Blok Ambalat Sengketa Bertetangga

saya jadi ingat, dua hari yang lalu temen kuliah saya tanya, “Siap jadi wamil, mas?” saya jawab sekalian tanya, “Ngapain?! saya ga mau mati konyol gara-gara sesuatu yang ga jelas!”, “Ko ga jelas? Kita kan mempertahankan harta kita” dia bilang. “Mati gara-gara nasionalisme masuk neraka, de! lucu kalau Indonesia peran dengan Malaysia. nanti yang dari Indonesia teriak ALLOHUAKBAR! HIDUP INDONESIA! yang dari malaysia juga teriak ALLOHUAKBAR! HIDUP MALAYSIA! Trus nanti yang matinya masuk surga yang mana?” dia bingung sebentar “Tapikan mas mempertahankan harta milik kita trus kita meninggal Alloh menjanjikan surga!” “Benar! Hadist nabi itu memang benar. tapi sekarang gini, kalau saja Indonesia itu tidak ada, Malaysia juga tidak ada, tapi keduanya didalam satu pemerintahan yang sama, kemudian pemimpin menginstruksikan ambalat dipercayakan pengelolaannya oleh bagian dari utara ‘Malaysia’ apa perlu juga diperebutkan kalau hasilnya tetap dibagi secara merata?”

Kan ga lucu kalau satu keluarga saling bunuh gara-gara hal yang remeh, atau bahkan yang ga remeh–kecuali kalau urusannya sama keimanan, mau ga mau tega ga tega–kenapa saya bilang satu keluarga? rosululloh pernah berpesan almuslimu akhul muslim (muslim itu saudara bagi muslim lainnya) apa kita mau mendo’ifkan hadist ini?.

Saya bukannya takut sama orang malaysia, de. Saya takut sama Alloh. hadist nabi yang lain yang jarang di ketahui masyarakat adalah “man maata ‘alaa ashobiyah maa taa mytatan jahiliyyah (siapapu/barang siapa yang mati atas nama kesukuan/kebangsaan/nasionalisme matinya seperti mati jahiliyah”

hanya khilafah yang bisa menyelesaikan permasalahan ini dan bukan hanya urusan ini tapi semuanya. urusannya manohara, urusannya ibu Prita, urusan pembantaian saudara kita di thailand, di timur tengah, dimanapun diseantero dunia ini, insyaalloh solusinya adalah kepemimpinan islam yang satu. ALLOHUAKBAR!!

wallohu’alam

~ by jakabadung1924 on June 11, 2009.

Leave a Reply