Asyura
Aisyah r.a. berkata : Bangsa yahudi biasa di zaman jahiliyah berpusa pada hari asyura (10 muharam), dan Nabi saw. Menyuruh juga supaya berpuasa pada hari asyura sehingga ada kewajiban bulan ramadhan, lalu Nabi saw. Bersabda : siapa yang akan berpuasa maka berpuasalah dan yang tidak maka boleh berbuka (tidak puasa). (H.R. Bukhari dan muslim) sahih bukhari dan muslim nomor 866 Muhammad fuad abdul baqi.
Ibnu Abbas r.a. berkata : Ketika Nabi saw. Telah hijrah ke Madinah melihat orang-orang yahudi berpuasa pada hari Asyura, maka beliau bertanya : “Apakah hari ini? Jawab merekaa : ini hari baik, pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh Mereka, maka Nabi Musa a.s. berpuasa. Nabi saw. Bersabda : kami lebih layak mengikuti Musa a.s. lebih dari kalian, lalu Nabi saw. Puasa dan mengajurkan sahabat supaya puasa (H.R. Bukahri dan muslim) sahih bukhari dan muslim nomor 693 Muhammad fuad abdul baqi
Ibnu Abbas r.a. berkata : Aku tidak melihat nabi saw. Mengutamakan puasa pada suatu hari yang dilebihkan dari lainnya kecuali hari Asyura dan bulan ramadhan. (H.R. Bukhari dan muslim) sahih bukhari nomor 694 Muhammad fuad abdul baqi.
Salman bin Al-Akwa r.a. berkata : Pada hari Asyura Nabi saw. Menyuruh orang berseru : siapa yang telah makan hendaknya berpuasa (menahan sepanjang hari), dan yang belum makan maka jangan makan. (H.R. Bukhari dan Muslim) sahih bukhari nomor 695
Dari Abu Qotadah al-Anshory Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam perna ditanya mengenai puasa hari Arafah, lalu beliau menjawab: “Ia menghapus dosa-dosa tahun lalu dan yang akan datang.” Beliau juga ditanya tentang puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: “Ia menghapus dosa-dosa tahun yang lalu.” Dan ketika ditanya tentang puasa hari Senin, beliau menjawab: “Ia adalah hari kelahiranku, hari aku diutus, dan hari diturunkan al-Qur’an padaku.” (H.R. Muslim)
Ketika Rasulullah saw. berpuasa pada hari asyura dan beliau memerintahkan agar para sahabat berpuasa pada hari itu, mereka menceritakan, ‘Ya Rasulullah! Hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang yahudi dan nasrani.’maka Rasulullah saw. Bersabda, ‘Kalau Allah menghendaki (kita masih hidup), kita berpuasa Asyura pada hari ke Sembilan. (H.R. Muslim dan Abu Dawud) bidayatul mujtaid jilid 1 hal 692 ibnu rusyd
Sahabat yang meriwayatkan hadits ini berkata :
Belum tiba tahun depan (yang rasulullah sebutkan), Rasulullah saw. Telah wafat.
Ada beberapa hadits lain yang tidak saya tuliskan disini namun saya merasa bahwa dengan hadist-hadist ini telah cukup untuk menjelaskan status shaum sunnah Asyura dan tasu’a.

Leave a Reply