Serdadu Setan Membakarku di Gaza

Ibu. Mengapa engkau menangis?!
Mengapa engaku tak hiraukan sapaku bu? Bu?!
“Yazid, yazid YA ALLOH! YA ALLOH“ Yazid…
Aku atak mengerti mengapa ibu memanggil-manggil namaku dalam tangis yang mendalam, dalam sedu yang memilukan.
Aku tak tahan bu, aku ingin turut mencucurkan air mata bersamamu.
“ Boleh kah aku mencium keningmu, bu? Mengusap air matamu dan menghibur dukamu?”
“Kau tahu bu? Entah mengapa aku tak lagi merasakan jemariku menyentuhmu.”
“Ibu tahu?! Aku melihat serdadu setan menghampiriku dengan api ditangan mereka. Aku tak sanggup berlari bu, aku tak sanggup berteriak!”
“Ibu tahu apa yang aku pikirkan ketika api mereka dilontarkan padaku. “
“Aku hanya mampu berbisik bu.”
“Ya Alloh andaikan Kau mengutus izrailMu, mengapa izrail begitu buruk rupa di depan mataku ini? Ya Alloh jagalah ibuku terkaasih, aku tak lagi mampu berharap selain kepadamu. Penguasa arab, serdadu kaum muslimin dan orang-orang yang mengaku shaleh tak bisa aku harapkan lagi. Jagalah ibuku ya Alloh!”
“Sabarlah bu, aku akan kembali menemuimu. Nanti, ya . Nanti ketika Alloh menunjukkan janjiNya kepada kita!”
Dan aku mati beserta 19 kawan dalam serangan pagi serdadu setan.

Leave a Reply